
Song
Own Me Ya
male vocals, rap, dance, romantic, Korean boyband style, mystical nine-tailed fox theme, emotional love lyrics
Lyrics
Intro
Own me ya, own me ya (yah)
Own me ya, own me ya (heyi ya)
Gumiho di balik panggung, aku panggil namamu (uh)
Own me ya, own me ya (da-da-da)
Verse
Di bawah bulan yang mau pudar, aku jadi sembilan ekor rindu
Setiap senyum kalian, luka lama tiba-tiba mengadu
Kupakai jubah malam, kusulam kata jadi harap
Tapi tiap langkah di panggung, kau jauh, kau lampau
Ada bekas gigil di bibirku — namamu seperti mantra
Seventeen, kau bergerak, dan aku terseret ke dalam cerita
Aku rubah, aku pura-pura tak tahu, aku pura-pura kuat
Padahal tiap nada, tiap gerak, merobek sedikit jaringan hatiku yang rawan
(ah-ah) Kau tertawa, aku menahan badai, menahan badai
(heh) Tarianmu mengikat, (ikat, ikat) ku coba lepaskan tali
Pre-chorus
Jangan tinggalkan aku di antara tepuk tangan dan lampu
Jangan biarkan rasa ini jadi abu yang bertebaran begitu saja
Aku berbisik pada angin: miliki aku, miliki aku, own me ya (own me ya)
Di antara sorak-sorai dan kilau, aku hanya mau satu jawaban (yah)
Chorus
Own me ya, own me ya, own me ya (own me ya)
Own me ya, own me ya, own me ya (own me ya)
Pejamkan mata, sentuh ekorku, rasakan panasnya (rasakan)
Own me ya, own me ya, own me ya (da-da-da)
Own me ya, own me ya, own me ya (yah yah)
Tarik napas, kita jatuh bersama, (jatuh) jangan lepaskan tanganku
Own me ya, own me ya, own me ya (heyi ya)
Verse
Di lorong belakang konser, aku menukar sisa bulan jadi janji
Kau lari di antara lampu, aku mengejar bayanganmu — lirih, tak bersuara
Kamera memotret senyum kalian, tapi tak pernah menangkap keretakan
Di dada ini, ada sembilan tanda yang terus menuntut kepemilikan
Kukira cinta manusia itu mudah, tapi kalian menenun desire jadi teka-teki
Kau buatku percaya lagi, lalu sembunyi di antara lagu dan ritme
Aku belajar bahasa gerak, memantulkan langkahmu di pantulan kaca
Aku rubah, tapi aku juga bisa memberi segalanya, beri segalanya
(uh-huh) Di tiap chorus kau loncat, aku loncat juga, ikut naik, ikut naik
(oh) Di tiap ad-lib kau bentangkan sayap, aku terbakar rindu, tapi dingin di luar
rap
Skrrt, masuk panggung, lampu nyala, aku mengintai dari tepian (yuh)
Sembilan ekor rindu, tiap ekor punya cerita, tiap ekor punya kepalan (ayy)
Kau bilang "hati-hati" tapi aku tak bisa tahan, gravity? aku lawan (nah)
Putar vinyl cinta, hook itu menusuk, chorus itu menandai medan (boom)
Seventeen bergerak, beat drop, aku mengikuti langkah rapatan (skkrt)
Aku tulis nama kalian di dapur jantung, di panci rindu yang sedang matang (yah)
Gumiho bukan hanya mitos, ini kulit dan kata-kata yang menempel (menempel)
Aku tukar ekor jadi kado, tukar sembunyi jadi tanda, biar kau terbelenggu (oke)
Jangan panggilku lemah hanya karena aku menangis di belakang layar (no)
Air mataku bukan kelemahan, itu tinta lagu yang kau buat bergetar (uh)
Mereka bilang fan itu fana — aku bilang fan itu flamethrower (pyah)
Mencari hangat di tengah dingin road, di tiap hotel, di t









