Beban di Pundak

Song

Beban di Pundak

Risma · 5 plays

male rap vocals, heavy slow beat, emotional hip-hop, introspective, burden theme

Lyrics

Intro

(Beat berat, pelan)

Bukan tas punggung yang berat...

Tapi isi kepala yang mau pecah.

Dengar.

Verse

Bangun pagi mata sepet, tapi dipaksa melek

Dunia minta jatah, tapi dompet lagi pesek

Ekspektasi orang tua setinggi langit ke tujuh

Padahal langkah kaki ini udah mau lumpuh

Gak boleh ngeluh, katanya laki musti tangguh

Tapi di dalam dada, badai lagi gemuruh

Makan hati tiap hari, sarapan caci maki

Berdiri tegak tapi lantai ini licin sekali.

Chorus

Beban di pundak, nggak kelihatan tapi nyata

Membungkam mulut, cuma bisa bicara lewat mata

Satu langkah maju, ditarik mundur sejuta kaki

Menjadi tiang rumah, padahal pondasi lagi mati

Ooo... beban ini makin berat

Tapi menyerah bukan pilihan yang tepat.

Verse

Teman datang kalau butuh, hilang kalau susah

Beban sosial bikin mental makin parah pecah

Harus kelihatan sukses di layar kaca HP

Padahal cicilan numpuk bikin otak jadi capek

Dibilang malas kalau sesekali mau istirahat

Dibilang manja kalau coba bagi rasa sakit hati yang pekat

Semua orang mau bagian, nggak ada yang mau bantu bawa

Gila, hidup ini rasanya kayak lagi di penjara nyawa.

Bridge

Kadang pengen lari, hilang tanpa jejak

Tapi ada wajah-wajah yang buat aku nggak bisa beranjak

Napas satu-satu, kuatkan lagi tulang punggung

Walau badai datang, ku pastikan mereka tetap bernaung.

Chorus

Beban di pundak, nggak kelihatan tapi nyata

Membungkam mulut, cuma bisa bicara lewat mata

Satu langkah maju, ditarik mundur sejuta kaki

Menjadi tiang rumah, padahal pondasi lagi mati.

Outro

(Beat memudar)

Masih berdiri.

Masih memikul.

Belum tumbang.

Masih... jadi beban yang paling kuat.

Yo.

Remix this song

Beban di Pundak

More songs

View all